Indonesia Menunda Rencana Pengiriman Pasukan ke Gaza Seiring Meningkatnya Ketegangan di Timur Tengah
Liga335 daftar – TEMPO.CO, Jakarta – Indonesia menunda rencana pengiriman 8.000 tentara ke Jalur Gaza sebagai bagian dari misi penjaga perdamaian di bawah Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang didukung oleh Trump, sebagaimana dikonfirmasi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
“Semua ditunda,” kata Prasetyo setelah rapat koordinasi di Kementerian Pertahanan pada Selasa, 17 Maret 2026, seperti dikutip dari Antara. Keputusan untuk menunda keberangkatan pasukan tersebut mempertimbangkan berbagai faktor, lanjut menteri, termasuk eskalasi perang yang dipicu oleh Washington dan Tel Aviv di Iran, yang meluas ke kawasan Teluk. Ketika ditanya berapa lama rencana tersebut ditunda, Prasetyo tidak dapat memberikan jawaban pasti.
“[Ditunda] untuk jangka waktu yang tidak ditentukan,” katanya. Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengonfirmasi bahwa TNI akan mengirim personel secara bertahap untuk bergabung dengan Pasukan Keamanan Internasional (ISF) dalam misi pemeliharaan perdamaian di Gaza. “Ya, secara bertahap karena.
” “Itu jumlah yang besar,” katanya pekan lalu, sambil menjelaskan bahwa meskipun awalnya militer mengusulkan pengerahan 20.000 personel, pada akhirnya jumlah tersebut dikurangi menjadi 8.000 personel.
“Ternyata negara-negara lain hanya mengirim beberapa ratus orang, jadi kami siap dengan 8.000 personel. “Namun yang terpenting adalah kami akan melaksanakan misi tersebut jika tidak bertentangan dengan kepentingan nasional [Indonesia],” jelas Sjafrie.
Menteri tersebut belum dapat memastikan kapan pasukan akan berangkat ke Gaza, karena pemerintah masih menunggu perkembangan lebih lanjut di Dewan Perdamaian dan meredanya ketegangan regional yang semakin meningkat di Timur Tengah. Meskipun demikian, Sjafrie meyakinkan bahwa militer Indonesia terus mempersiapkan pasukan agar siap dikerahkan kapan saja. “Sudah lazim bagi militer untuk memiliki kesiapan bencana, kesiapan taktis, dan kesiapan strategis,” katanya saat itu.