Inggris, Taiwan, dan Vietnam mengincar tawaran minyak dan gas Indonesia yang akan datang

Inggris, Taiwan, dan Vietnam mengincar tawaran minyak dan gas Indonesia yang akan datang

Inggris, Taiwan, dan Vietnam mengincar tawaran minyak dan gas Indonesia yang akan datang

Slot online terpercaya – 5 Desember 2025 JAKARTA – Indonesia siap untuk menarik gelombang baru investasi asing, terutama dari Inggris, Taiwan, dan Vietnam, ke dalam sektor hulu minyak dan gas, para pejabat senior mengumumkan pada hari Rabu. Dorongan ini menyusul peluncuran program eksplorasi ekspansif oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pada tanggal 25 November, yang menawarkan 75 blok migas potensial untuk periode 2025-2027. Nanang Abdul Manaf, Kepala Satuan Tugas Percepatan Peningkatan Produksi dan Lifting Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), mengatakan bahwa roadshow yang diadakan baru-baru ini di London telah menarik banyak investor.

“Tiga puluh investor hadir, termasuk perusahaan-perusahaan besar seperti BP, Shell, Equinor dan Enquest. Sebuah studi bersama sedang dilakukan untuk prospek di Papua dan Guyana,” ujar Nanang dalam rapat koordinasi dukungan bisnis SKK Migas di Sentul, Bogor, seperti dikutip oleh Kumparan. Nanang menyoroti ketertarikan dari Upland Resources Limited yang berbasis di Inggris, yang h telah mengajukan permohonan untuk tiga dari sepuluh blok yang saat ini sedang dalam tahap studi bersama.

Minat juga datang dari Asia. Perusahaan energi raksasa milik negara Taiwan, CPC Corporation, telah melakukan pendekatan dengan pemerintah untuk mendiskusikan potensi hulu migas di Indonesia. “Mereka juga tertarik dan bahkan telah meminta kontak langsung dengan tim kami untuk mendapatkan panduan lebih lanjut,” tambah Nanang.

Minat internasional yang baru ini melengkapi rencana ekspansi dari para pemegang kontrak kerja sama (PSKKS) yang sudah ada. Nanang mencatat bahwa perusahaan-perusahaan seperti Eni dan BP sedang berkolaborasi di wilayah-wilayah baru, sementara anak perusahaan Pertamina yang bergerak di sektor hulu, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), juga sedang berusaha untuk memperluas portofolionya. “Dari sepuluh blok yang kami pelajari tahun ini, kami telah menghabiskannya.

Kami sekarang sedang mempersiapkan diri untuk tahun depan, yang akan melibatkan sekitar 60 blok,” katanya. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengkonfirmasi tren yang lebih luas ini, dengan mengutip ketertarikan dari perusahaan-perusahaan Vietnam. “Selain perusahaan-perusahaan yang disebutkan oleh Nanang, beberapa perusahaan dari Vietnam juga tertarik,” kata Djoko, tanpa menyebutkan nama perusahaan tertentu.

Untuk tahun 2025, 12 dari 20 blok yang direncanakan telah ditawarkan dalam dua putaran lelang, termasuk Blok Perkasa yang baru saja ditandatangani, yang terletak di lepas pantai Jawa Timur. Delapan blok lainnya dijadwalkan untuk putaran ketiga, sambil menunggu persetujuan. Di luar itu, 46 blok dijadwalkan akan dilepaskan pada tahun 2026-2027, sementara 26 blok lainnya masih dalam tahap studi.

Untuk mendukung upaya eksplorasi yang ambisius ini, Pemerintah meminta lembaga-lembaga keuangan domestik untuk memainkan peran yang lebih besar. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung mendesak bank-bank BUMN untuk membiayai proyek-proyek eksplorasi. “Tidak hanya kegiatan produksi, eksplorasi untuk menemukan potensi dan sumber daya baru juga membutuhkan dukungan finansial,” ujar Yuliot dalam pertemuan tersebut.

Ia menunjuk pada ekosistem industri pendukung yang sudah mapan, seperti produsen pipa dan peralatan pengeboran, sebagai peluang pembiayaan lebih lanjut bagi bank. “Jika ada vendor yang membutuhkan pembiayaan, maka bank dapat membantu mereka. “Ini juga merupakan prospek yang dapat disediakan oleh bank-bank BUMN,” katanya.

Upaya bersama untuk menarik beragam investasi dan meningkatkan dukungan keuangan domestik menggarisbawahi strategi Indonesia untuk membalikkan penurunan produksi dan mengamankan kemandirian energi melalui eksplorasi dan pengembangan yang intensif. Realisasi investasi hulu minyak dan gas Indonesia mencapai US$9,38 miliar pada bulan Agustus, atau 55% dari target setahun penuh sebesar US$16,5 miliar. Seperti yang dicatat oleh SKK Migas di bulan Juli, prospek investasi untuk tahun 2025 diperkirakan antara US$16,5 miliar dan US$16,9 miliar, yang akan menandai investasi hulu minyak dan gas terbesar di Indonesia dalam satu dekade.

Data dari lembaga tersebut menunjukkan bahwa investasi mencapai puncaknya sebesar $15,3 miliar pada tahun 2015 sebelum memasuki tren penurunan, mencapai titik terendah sebesar $10,5 miliar pada tahun 2020 selama pandemi COVID-19.