Indonesia bersedia mengimpor minyak dari Rusia di tengah risiko pasokan

Indonesia bersedia mengimpor minyak dari Rusia di tengah risiko pasokan

Indonesia bersedia mengimpor minyak dari Rusia di tengah risiko pasokan

Liga335 – Indonesia terbuka untuk mengimpor minyak dari Rusia di tengah risiko pasokan
Berita terkait: Rusia terbuka untuk menjual minyak ke Pertamina di tengah ketegangan di Selat Hormuz
Jakarta (ANTARA) – Indonesia terbuka untuk mengimpor minyak dari negara mana pun, termasuk Rusia, guna menjamin pasokan bahan bakar dalam negeri di tengah volatilitas pasar global, kata Menteri Energi Bahlil Lahadalia pada Senin. ““Setelah disepakati, saya akan memberitahukannya kepada Anda,” kata Lahadalia di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta saat ditanya mengenai potensi kesepakatan dengan Rusia. Ia menanggapi tawaran yang disampaikan oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, mengenai kemungkinan penjualan minyak ke Jakarta.

Lahadalia mengatakan Indonesia harus tetap fleksibel dalam mencari pasokan minyak mentah seiring ketatnya pasar energi global, sambil menekankan bahwa prioritas pemerintah adalah memastikan ketersediaan bahan bakar bagi penduduknya. ““Kita tidak boleh terlalu selektif. Kita bisa mengimpor dari negara mana pun, asalkan pasokan terjamin,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Indonesia sedang bersaing dengan pembeli lain di pasar global Pasar bal, di mana keterbatasan pasokan dan kenaikan harga telah memperketat persaingan. Menurut Lahadalia, bahkan perusahaan yang telah meluncurkan tender pun bisa kalah bersaing dengan pesaing yang bersedia membayar harga lebih tinggi untuk kargo yang tersedia. Dinamika ini, katanya, mencerminkan bagaimana penjual memprioritaskan pembeli yang menawarkan harga lebih kompetitif di tengah kondisi pasokan yang terbatas.

“Oleh karena itu, kami sedang mempersiapkan beberapa alternatif. Prioritas utama pemerintah adalah memastikan bahan bakar tetap tersedia di dalam negeri,” katanya.Menteri tersebut tidak memberikan rincian mengenai volume atau jadwal untuk potensi impor dari Rusia.

Indonesia telah berupaya mendiversifikasi sumber energinya seiring ketegangan geopolitik yang mengganggu rute pasokan tradisional. Sebelumnya, Duta Besar Tolchenov mengatakan Rusia siap bekerja sama di bidang minyak dan gas dengan Indonesia, terutama seiring kenaikan harga global akibat gangguan di Selat Hormuz. “Presiden kami telah berulang kali menyatakan bahwa kami siap bekerja sama dengan negara-negara sahabat di sektor energi atau jika diperlukan,” kata Tolchenov pada 31 Maret di Jakarta.

Ia mencatat bahwa belum ada permintaan resmi yang diajukan oleh perusahaan energi negara Pertamina maupun kementerian terkait. Namun, kedutaan tetap terbuka untuk membahas kemungkinan pengaturan pasokan. “Silakan hubungi kami, sampaikan kebutuhan Anda, dan kami akan mencari cara untuk memenuhinya,” ujarnya.

Pasar minyak global semakin ketat dalam beberapa pekan terakhir, sehingga mendorong berbagai negara untuk meninjau kembali strategi pengadaan mereka.