Fondasi ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah perlambatan ekonomi global: Menlu

Fondasi ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah perlambatan ekonomi global: Menlu

Fondasi ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah perlambatan ekonomi global: Menlu

Liga335 – Fondasi ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah perlambatan ekonomi global: Menlu
Berita terkait: Pemerintah lanjutkan program paket ekonomi untuk menjaga pertumbuhan
Berita terkait: Menlu Sugiono tekankan penguatan hubungan ekonomi dalam pertemuan dengan Erdogan
Jakarta (ANTARA) – Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah perlambatan ekonomi global yang dipicu oleh penggunaan kebijakan ekonomi sebagai alat geopolitik. Saat menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri 2026 di Jakarta pada Rabu, ia mencatat bahwa penggunaan kebijakan ekonomi sebagai alat geopolitik semakin meningkat, dengan perdagangan, investasi, dan teknologi yang semakin dimanfaatkan sebagai instrumen dalam persaingan global. “Dalam realitas baru ini, kekuatan ekonomi suatu negara tidak lagi diukur semata-mata berdasarkan angka pertumbuhannya, tetapi juga berdasarkan kemampuannya untuk bertahan dan beradaptasi,” kata Menteri Sugiono.

Menurutnya, Indonesia tidak kebal terhadap realitas di mana batas antara ekonomi dan keamanan semakin kabur ed, yang mengakibatkan perlambatan ekonomi global. Meskipun demikian, di tengah situasi ini, ia menegaskan bahwa Indonesia tetap memiliki fondasi yang kokoh, yang ditandai dengan tingkat pertumbuhan di atas rata-rata global, inflasi yang terkendali, surplus perdagangan, serta realisasi investasi yang secara konsisten tinggi. “Fondasi ekonomi yang stabil ini telah memperkuat posisi Indonesia di panggung global dan mendukung peran aktif Indonesia yang berkelanjutan,” katanya.

Menteri tersebut menekankan bahwa diplomasi ekonomi merupakan inti dari diplomasi Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional.Untuk itu, lanjutnya, Indonesia telah menandatangani tiga perjanjian kerja sama ekonomi utama dengan Kanada, Peru, dan Uni Ekonomi Eurasia pada tahun 2025. Selain itu, untuk mengurangi kerentanan sistemik, Indonesia telah berkontribusi dalam memperkuat inklusi keuangan melalui mekanisme inovatif seperti Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Sistem pembayaran berbasis QR ini telah memfasilitasi transaksi lintas batas di beberapa negara negara-negara, termasuk Malaysia, Thailand, Singapura, Tiongkok, dan Jepang. Indonesia juga akan menyelesaikan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) dengan Uni Eropa dan Perjanjian Perdagangan Preferensial (PTA) dengan Mauritius. Selain itu, negara ini akan memastikan implementasi Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-Tiongkok 3.

0, tambah Sugiono.Ia juga mengatakan bahwa Indonesia akan menerapkan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Indonesia-Jepang dan mempromosikan kerja sama perdagangan dengan mitra baru di kawasan Afrika, seperti Rwanda. “Diversifikasi mitra dilakukan dengan kesadaran akan kebutuhan untuk memitigasi risiko yang timbul akibat volatilitas dan perlambatan ekonomi yang dihadapi oleh mitra tradisional kita,” katanya.