Mantan kepala program makan siang gratis di Indonesia ditangkap oleh Jaksa Agung
Liga335 daftar – Mantan kepala lembaga pemerintah Indonesia yang bertanggung jawab atas pelaksanaan program makan siang gratis berskala besar Presiden Prabowo Subianto telah ditangkap oleh Kejaksaan Agung setelah penyelidikan atas dugaan korupsi.
Penangkapan Dadan Hindayana terjadi sehari setelah ia diberhentikan dari jabatannya sebagai kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Sebuah kendaraan lapis baja mengangkut Dadan Hindayana setelah ia diperiksa terkait dugaan penyalahgunaan dana.
(AFP: Bay Ismoyo)
Dadan Hindayana, bersama dua pejabat lain dari badan tersebut, dibawa keluar dari kantor Kejaksaan Agung pada Rabu malam dalam keadaan diborgol dan dimasukkan ke dalam mobil van polisi yang telah menunggu.
Bagaimana program makan siang gratis di sekolah menyebabkan ribuan anak mengalami keracunan makanan di Indonesia Beberapa menit setelah menyantap makan siang di sekolah, Aldo Revaldo mulai merasa sangat sakit. Di sekelilingnya, satu per satu, teman-teman sekelasnya juga terserang penyakit yang menyakitkan dan melemahkan.
Dua orang lainnya yang ditangkap adalah Purnawirawan Mayor Jenderal Lodewyk Pusung dan Pol Brigadir Jenderal Sony Sonjaya, para wakil BGN yang juga diberhentikan pada Selasa malam.
Mereka mengenakan rompi berwarna merah muda, yang biasa digunakan oleh penyidik korupsi untuk menandai seseorang sebagai tersangka dalam penyelidikan pidana.
Penyidik dari Kejaksaan Agung menghabiskan hari itu dengan menggeledah markas besar BGN di Jakarta.
Program Makanan Bergizi Gratis, yang dikenal secara lokal sebagai MBG, merupakan janji kampanye utama Presiden Prabowo Subianto, yang membantunya meraih kekuasaan pada tahun 2024.
Program makanan gratis tersebut merupakan janji kampanye utama Presiden Prabowo Subianto. (ABC News: Tim Swanston)
Program yang dianggarkan sebesar sekitar 270 triliun rupiah ($20 miliar) tahun ini telah menuai kontroversi, dengan seorang pengawas pendidikan memperkirakan puluhan ribu anak jatuh sakit akibat keracunan makanan.
Ketiga pria tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi saat menjalankan tugas mereka sebagai pimpinan BGN.
Dalam konferensi pers, direktur penyidikan Kejaksaan Agung mengatakan o Kejahatan Khusus, Syarief Sulaiman, mengatakan bahwa kantornya memiliki bukti bahwa para pria tersebut memanipulasi proses pengadaan dan memberikan kontrak kepada yayasan-yayasan untuk mengelola dapur umum, padahal yayasan-yayasan tersebut tidak memenuhi syarat untuk melakukannya.
Ia mengatakan bahwa banyak dari yayasan-yayasan tersebut dimiliki oleh pegawai badan gizi, termasuk ketiga pimpinan senior itu sendiri.
Penyidik menyatakan bahwa mereka melakukan hal tersebut sebagai imbalan atas suap.
Para siswa yang menjadi korban keracunan makanan setelah menyantap menu makan gratis mereka. (ANTARA: Abdan Syakura)
Puluhan ribu dapur telah didirikan oleh yayasan-yayasan di seluruh negeri untuk mengawasi program makan sekolah yang ambisius ini, yang bertujuan memberi makan lebih dari 80 juta orang di seluruh Indonesia, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak.
Penyidik juga menuduh para pria tersebut melakukan pembelian atas nama badan tersebut, termasuk lebih dari 21.000 sepeda motor, lebih dari 5.000 televisi, dan 32.
000 pasang sepatu, yang sebenarnya tidak diperlukan oleh badan tersebut untuk menjalankan tugasnya.
Para orang tua melakukan protes terhadap program makan siang gratis di Indonesia di luar kantor kepala kantor Badan Gizi Nasional tahun lalu. (ABC News: Tim Swanston)
Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan pemecatan Dadan Hindayana tadi malam, setelah dilakukan evaluasi terhadap kinerja badan tersebut.
“Ada masalah terkait disiplin dalam pelaksanaan tata kelola, termasuk disiplin dalam menjaga standar kualitas pangan, yang seharusnya telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo Hadi.
Kedua pria tersebut akan ditahan selama 20 hari sementara penyelidikan terus berlanjut.