Indonesia: Otoritas Pengawas Melaporkan Pertumbuhan Industri dalam Laporan Bulanan
Taruhan bola – Kinerja industri asuransi di Indonesia pada Februari 2026 bervariasi. Sektor asuransi jiwa mencatat pertumbuhan yang terbatas dalam pendapatan premi, sementara industri asuransi umum dan reasuransi menunjukkan kenaikan yang lebih signifikan. Sebagaimana dilaporkan oleh Kepala Biro Pengawasan Asuransi Jiwa, Jaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono, pendapatan premi asuransi jiwa mencapai Rp32,39 triliun pada Februari 2026.
“Ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,12% secara tahunan,” kata Bapak Prastomiyono dalam presentasi Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK pada 6 April. Di sisi lain, premi dari asuransi umum dan reasuransi mengalami kenaikan yang jauh lebih substansial. Total premi dari kedua segmen ini mencapai Rp29,98 triliun pada Februari 2026, menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 7,41%.
Meskipun pertumbuhan premi asuransi jiwa terbatas, kapitalisasi di industri ini tetap sangat kuat. OJK mencatat bahwa rasio solvabilitas agregat industri asuransi jiwa sebesar 480,83% dan agregat industri asuransi umum sebesar 372,9 8% per 28 Februari 2026. Prastomiyono menambahkan bahwa tingkat RBC ini masih jauh di atas ambang batas minimum sebesar 120%, yang menunjukkan ketahanan finansial industri ini.
Secara kumulatif, pendapatan premi komersial mencapai Rp62,37 triliun pada Februari 2026. Angka ini mencerminkan pertumbuhan tahunan sebesar 3,50%. Sebagai informasi tambahan, OJK juga mencatat bahwa total aset industri secara keseluruhan mencapai Rp1.
219,35 triliun per 28 Februari 2026. Total aset menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,80% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.