Indonesia mendorong aksi lapangan yang lebih cepat untuk mengatasi stunting
Liga335 daftar – Indonesia mendorong aksi lapangan yang lebih cepat untuk mengurangi stunting
Berita terkait: Badan Pangan Nasional dorong pangan lokal B2SA untuk kurangi stunting
Berita terkait: Palu raih penghargaan karena berhasil tekan angka stunting di Indonesia
Lamongan, Jawa Timur (ANTARA) – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) Wihaji pada Kamis mendesak pemerintah daerah untuk mengintensifkan operasi lapangan untuk mempercepat dukungan bagi keluarga yang berisiko mengalami stunting, dengan mengatakan kemajuan nasional akan terhenti tanpa intervensi di lapangan yang lebih cepat. “Arahan Presiden Prabowo jelas: lebih sedikit rapat, lebih banyak kerja lapangan. Menyelamatkan satu anak berarti menyelamatkan satu generasi,” ujar Wihaji setelah meninjau rumah tangga berisiko stunting di Lamongan, Jawa Timur.
Ia mengatakan prevalensi stunting nasional masih sekitar 19,8 persen, sehingga membutuhkan intervensi segera bagi keluarga miskin yang berjuang dengan perumahan yang tidak layak, sanitasi, gizi, dan pendapatan yang terbatas. “Bantuan pemerintah akan fokus pada perbaikan rumah, akses air bersih, dan dukungan untuk usaha kecil untuk memastikan Wihaji menekankan bahwa bantuan untuk rumah tangga yang rentan tidak dapat ditunda dan harus melibatkan upaya terkoordinasi antar lembaga untuk mengurangi risiko stunting sejak kehamilan dan seterusnya. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan bahwa prevalensi stunting di Lamongan telah turun menjadi sekitar 6,9 persen, mengutip data tahun 2024 dari Dinas Kesehatan setempat, dan bahwa pemerintah daerah sedang memperluas program gizi untuk ibu hamil, memperkuat layanan di posyandu, serta memperluas dukungan melalui Gerakan Penanganan Stunting Terpadu (Genting).
Ia menambahkan bahwa pemerintah mendistribusikan makanan tambahan yang bersumber secara lokal dan menggunakan dasbor digital LISA untuk melacak dan mengidentifikasi keluarga yang berisiko sejak dini. Pengurangan stunting tetap menjadi prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang telah menginstruksikan berbagai kementerian untuk mempercepat intervensi yang berfokus pada anak di seluruh negeri. MBG), yang dirancang untuk meningkatkan gizi bagi anak balita, ibu hamil dan menyusui, serta siswa di tingkat sekolah menengah atas sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengurangi stunting dan memperkuat pembangunan manusia dalam jangka panjang.