Penguasa Pasar Kendaraan Listrik di Indonesia Saat Ini
Taruhan bola – TEMPO Interaktif, Jakarta – Selama lebih dari dua tahun, Andre Satria mengendarai mobil listrik (EV) untuk perjalanan sehari-hari dari rumahnya di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, ke kantornya di Jalan Sudirman, Jakarta. Karyawan berusia 35 tahun ini tertarik dengan “insentif” yang diberikan pemerintah kepada pengguna “kendaraan ramah lingkungan”. “Dibebaskan dari pembatasan pelat nomor ganjil-genap,” kata Andre kepada Tempo pada Kamis, 18 Desember 2025.
Saat pertama kali mempertimbangkan untuk membeli mobil listrik, Andre mempertimbangkan dua faktor utama: harga dan nilai. Besarnya diskon selama masa promosi 2022 menjadi pertimbangan utama, disusul desain yang ringkas, ketersediaan diler dan layanan purnajual, serta kemudahan akses ke stasiun pengisian daya. Pilihannya jatuh pada Wuling Air EV, yang diproduksi oleh SAIC-GM-Wuling, produsen kendaraan listrik yang berbasis di Liuzhou, China.
Andre kemudian membandingkan detail penawaran dari berbagai merek dan negara asal. Merek-merek Cina, katanya, menawarkan “potongan harga” harga dengan lebih banyak fitur, serta desain dan warna yang lebih beragam. Sebaliknya, produk Korea Selatan dan Jepang memiliki harga yang lebih tinggi.
Pabrikan Jepang, khususnya, masih sangat bergantung pada model hibrida. Dia bersedia berganti merek jika ada produk yang tersedia dengan harga yang lebih kompetitif atau dengan fitur yang lebih lengkap. Baru-baru ini, ia tertarik dengan BYD Atto, yang juga dibuat oleh pabrikan Cina.
Andre mengatakan bahwa BYD menawarkan kapasitas yang lebih besar dan fitur yang lebih banyak dengan harga yang relatif sebanding. Namun, keputusannya tertahan oleh nilai jual kembali mobil listrik di pasar mobil bekas. “Harga bekasnya turun,” katanya.
Alhasil, ia berencana mengganti mobilnya setelah berusia lebih dari lima tahun.