Pemerintah mengambil langkah menuju mobilitas hijau untuk mendukung industri otomotif.

Pemerintah mengambil langkah menuju mobilitas hijau untuk mendukung industri otomotif.

Pemerintah mengambil langkah menuju mobilitas hijau untuk mendukung industri otomotif.

Slot online terpercaya – Pemerintah mengambil jalur mobilitas hijau untuk mendukung industri otomotif Berita terkait: Pemerintah Indonesia akan menawarkan insentif untuk mobil hybrid di tengah dorongan kendaraan listrik Jakarta (ANTARA) – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memperkenalkan mobilitas hijau sebagai kebijakan untuk mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan. Pendekatan ini dikatakan sangat kompetitif, memungkinkan penggunaan energi yang efisien, mendukung mobilitas berkelanjutan, dan memfasilitasi teknologi otomotif, katanya pada Rabu.”Kami akan mendukung pengembangan teknologi otomotif dan berkomitmen untuk memfasilitasi kebijakannya melalui konsep mobilitas hijau,” tambahnya.

Menurut menteri, kebijakan mobilitas hijau akan terbukti lebih adaptif dan berkelanjutan bagi industri otomotif nasional, terutama dalam merespons perkembangan teknologi otomotif ramah lingkungan yang cepat.Hal ini juga akan memungkinkan penggunaan energi yang efisien, mendukung mobilitas penduduk, dan melindungi investasi otomotif di Indonesia, tambahnya.Menteri mengatakan bahwa.

Konsep ini memperhitungkan investasi otomotif di negara ini. Misalnya, pemerintah mendorong investor yang memproduksi kendaraan menggunakan teknologi mesin pembakaran internal (ICE) dengan menawarkan insentif untuk produk mobil hijau berbiaya rendah (LCGC) dan program biofuel. Kartasasmita mengungkapkan bahwa pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan dan insentif untuk mendorong pembentukan ekosistem kendaraan listrik melalui insentif PPNBM DTP dan pengolahan sumber daya alam yang mendukung industri baterai kendaraan listrik.

Selain itu, pemerintah memberikan insentif untuk produksi kendaraan hibrida, katanya. Belakangan ini, Indonesia sedang menyiapkan kebijakan dan insentif bagi investor yang memproduksi kendaraan yang menggunakan teknologi sel bahan bakar hidrogen. “Kami juga akan terus melindungi investasi otomotif yang sudah ada di Indonesia,” kata menteri tersebut.

“Selama investasi di industri otomotif menghasilkan produk otomotif yang lebih ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan energi, dan mendukung mobilitas komunitas, kami akan mendukung mereka melalui kebijakan mobilitas hijau,” tambahnya. Ia kemudian menyoroti peluang pertumbuhan di pasar otomotif Indonesia untuk produk otomotif dalam negeri. Hal ini ditunjukkan oleh rasio kepemilikan mobil di Indonesia, yang relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara ASEAN tetangga.

Ia menjelaskan bahwa rasio kepemilikan kendaraan beroda empat di Indonesia hanya 99 unit per seribu penduduk. Populasi Indonesia mencapai 281 juta pada tahun 2024. Dibandingkan dengan Malaysia, yang memiliki populasi 35 juta, rasio kepemilikan kendaraan bermotor empat roda di Malaysia mencapai 490 unit per seribu penduduk.

Thailand juga memiliki rasio kepemilikan mobil yang lebih tinggi daripada Indonesia. Dengan populasi sekitar 70 juta, rasio kepemilikan mobil di negara tersebut mencapai 275 unit per seribu penduduk. “Singapura memiliki 211 unit per seribu penduduk, Korea Selatan dengan 530 unit per seribu penduduk, dan Jepang memiliki 670 unit per seribu penduduk,” kata Kartasasmita.

Ia menambahkan bahwa Konsep mobilitas hijau diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target emisi nol bersih (NZE) di sektor manufaktur pada tahun 2050.