Para anggota parlemen Indonesia memuji pengunduran diri IDX dan OJK sebagai langkah etis.

Para anggota parlemen Indonesia memuji pengunduran diri IDX dan OJK sebagai langkah etis.

Para anggota parlemen Indonesia memuji pengunduran diri IDX dan OJK sebagai langkah etis.

Liga335 daftar – Anggota DPR Indonesia memuji pengunduran diri petinggi IDX dan OJK sebagai langkah etis Berita terkait: Kepala IDX mengundurkan diri di tengah volatilitas pasar baru-baru ini Berita terkait: Ketua Dewan OJK mengundurkan diri sebagai tanggung jawab moral untuk mendukung pemulihan
Jakarta (ANTARA) – Komite Anggaran DPR (Banggar DPR) menilai pengunduran diri pejabat tinggi di Bursa Efek Indonesia (IDX) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai tanda positif dari akuntabilitas etis. Ketua Banggar DPR Said Abdullah mengatakan tindakan semacam ini masih jarang terjadi di Indonesia, menandakan integritas dan tanggung jawab di kalangan eksekutif bursa, regulator, dan pengawas, yang dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap pasar modal.Saya pikir ini adalah sinyal positif untuk memperkuat kepercayaan investor,” kata Said dalam pernyataan yang diterima pada Sabtu.

Dia menyambut baik pengunduran diri Direktur Utama IDX Iman Rachman, Ketua OJK Mahendra Siregar, dan Kepala Pengawasan Pasar Modal, Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djaja. di, dan Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara. Namun, Said menekankan bahwa pengunduran diri saja tidak cukup untuk meningkatkan kepercayaan investor, mencatat bahwa kebijakan yang ada memerlukan perbaikan lebih lanjut untuk memastikan transparansi dan stabilitas pasar.

Dia mengatakan OJK, sebagai regulator pasar, harus melakukan reformasi, dengan menyoroti kebijakan free float—saham yang tersedia untuk diperdagangkan oleh publik—sebagai isu mendesak yang memerlukan tinjauan. Pada 3 Desember 2025, Komisi XI DPR mengadakan rapat kerja dengan pejabat OJK dan IDX, menyepakati beberapa perbaikan pada kebijakan free float untuk meningkatkan operasional pasar.Pertemuan tersebut menyimpulkan bahwa kebijakan free float harus secara bertahap meningkatkan likuiditas, transparansi, kepercayaan investor, dan kedalaman pasar, dengan insentif dan pengawasan yang kuat untuk melindungi investor domestik dan kepentingan nasional.

Selain itu, revisi disepakati untuk perhitungan free float dan persyaratan bagi penawaran umum perdana (IPO) dan perusahaan terdaftar untuk memastikan pasar modal mendukung perekonomian nasional, terutama sektor menengah- dan usaha kecil dan menengah.