Kementerian Kesehatan Indonesia Mendesak Penggunaan Masker karena Penyakit Mirip Influenza Menyebar Secara Nasional
Liga335 – TEMPO Interaktif, Jakarta – Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker guna mencegah penyebaran penyakit Influenza-Like Illnesses (ILI), seiring dengan meningkatnya kasus infeksi mirip flu di beberapa daerah dalam beberapa pekan terakhir.
Benjamin, yang akrab disapa Benny, mengatakan bahwa peningkatan kasus influenza ini berkaitan dengan peralihan musim kemarau ke musim hujan.
“Pada masa peralihan musim ini, dari September ke Oktober, kasus flu biasanya meningkat,” katanya di kantor Kementerian Kesehatan di Jakarta pada Jumat, 17 Oktober 2025.
Dokter spesialis paru ini mengatakan bahwa kasus influenza diperkirakan akan menurun pada bulan Desember, tetapi dapat melonjak lagi antara bulan Maret dan April tahun depan.
Benny menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan seperti memakai masker, terutama selama transisi musim. “Mengenakan masker adalah perlindungan terbaik,” katanya, seraya menambahkan bahwa individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah lebih rentan terhadap infeksi.
“Flu berkaitan erat dengan kekebalan tubuh. Jadi, lebih baik bagi kita untuk o memakai masker selama musim flu,” tambahnya. Dia juga mendesak orang-orang dengan gejala flu untuk membatasi kontak dengan orang lain untuk mencegah penularan lebih lanjut.
Sementara itu, Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, mengatakan bahwa peningkatan kasus flu saat ini mengikuti tren regional yang terjadi di negara-negara tetangga di Asia Tenggara.
“Malaysia, Singapura, dan Thailand juga melaporkan peningkatan kasus yang sebagian besar didominasi oleh virus influenza tipe A,” kata Aji melalui WhatsApp pada Kamis, 16 Oktober 2025.
Dia menjelaskan bahwa influenza A dan B memiliki gejala yang mirip, tetapi tipe A bermutasi lebih cepat dan lebih mudah menular.
Menurut Kemenkes, Indonesia, sebagai negara tropis, mengalami peredaran virus influenza sepanjang tahun. Namun, aktivitas biasanya meningkat selama musim hujan atau ketika kualitas udara memburuk di kota-kota besar.
“Suhu yang lebih rendah dan kelembaban yang tinggi selama musim hujan memungkinkan virus untuk bertahan hidup lebih lama, bereplikasi lebih mudah, dan menyebar lebih luas,” kata A ji berkata.
Dinda Shabrina berkontribusi dalam penulisan artikel ini.