Istana Indonesia Belum Membutuhkan Bantuan Asing untuk Tanggap Bencana Sumatera
Liga335 daftar – TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah Indonesia menegaskan belum membuka jalur bagi negara lain untuk memberikan bantuan dana bagi penanganan bencana besar di Sumatera. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah masih memiliki kemampuan untuk menangani seluruh penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Kami merasa bahwa pemerintah masih mampu mengatasi semua masalah yang kita hadapi,” kata Prasetyo di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma di Jakarta pada hari Rabu, 3 Desember 2025. Prasetyo mencatat bahwa meskipun banyak negara telah menyatakan keprihatinan dan menawarkan bantuan, pemerintah memiliki sumber daya yang memadai. Ia menyebutkan bahwa stok makanan dan bahan bakar nasional cukup memadai.
Untuk mengatasi tantangan logistik, pemerintah menggunakan “cara-cara yang mungkin tidak normal,” jelas Prasetyo. “Kami mencoba melakukan penerjunan dari udara karena disesuaikan dengan kondisi bencana di lapangan.” Anggaran dan Komitmen Sumber Daya yang Memadai Praset enurutnya, alokasi anggaran siap pakai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) cukup untuk mendanai upaya penanggulangan bencana saat ini, dengan alokasi dana sebesar Rp500 miliar untuk tahun ini.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar dana siap pakai ini dapat ditingkatkan jika diperlukan. “Jika dana siap pakai secara nominal perlu ditambah, maka akan ditambah,” tegas Prasetyo. Komitmen penambahan anggaran tersebut juga berlaku bagi Kementerian dan Lembaga yang membantu penanganan bencana, khususnya TNI dan Polri.
Prasetyo menekankan bahwa TNI dan Polri adalah garda terdepan dalam proses penanggulangan bencana, dan pemerintah siap untuk mendukung operasional mereka secara finansial. “Tentu saja membutuhkan sumber daya keuangan, yang akan kami back up,” pungkasnya. PBB Tawarkan Bantuan di Tengah Kehancuran Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres sebelumnya ami menyampaikan duka cita yang mendalam atas bencana banjir dan tanah longsor yang melanda empat negara di Asia Tenggara: Indonesia, Sri Lanka, Thailand, dan Malaysia.
Dalam siaran pers yang diterima Tempo pada Selasa, 2 Desember, juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, mengatakan, “Sekretaris Jenderal PBB sangat berduka atas jatuhnya korban jiwa yang tragis akibat banjir dan tanah longsor yang parah di Sri Lanka, Indonesia, Thailand, dan Malaysia.” Dujarric menegaskan bahwa PBB terus berkomunikasi dengan pihak berwenang di keempat negara tersebut dan siap mendukung upaya bantuan dan tanggap darurat, dengan tim PBB di setiap negara yang siap memberikan bantuan yang diperlukan. Di Indonesia, pemerintah telah mengurangi jumlah korban tewas resmi dari 753 menjadi 712 orang pada Selasa malam, 2 Desember 2025, dengan sekitar 500 orang masih dinyatakan hilang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1,2 juta penduduk mengungsi di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.