Indonesia menegaskan kembali komitmennya terhadap Perjanjian Paris meskipun Amerika Serikat menarik diri.

Indonesia menegaskan kembali komitmennya terhadap Perjanjian Paris meskipun Amerika Serikat menarik diri.

Indonesia menegaskan kembali komitmennya terhadap Perjanjian Paris meskipun Amerika Serikat menarik diri.

Liga335 daftar – Indonesia menegaskan kembali komitmennya terhadap Perjanjian Paris meskipun Amerika Serikat menarik diri Berita terkait: Indonesia mendesak semua negara untuk menuntaskan GST dalam aksi iklim Jakarta (ANTARA) – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq meyakinkan komunitas internasional bahwa Indonesia tetap berkomitmen kuat untuk melaksanakan langkah-langkah perubahan iklim sesuai Perjanjian Paris, meskipun ada negara besar yang menarik diri dari perjanjian tersebut.Sangat penting bagi kita semua untuk memperhatikan dengan seksama langkah-langkah yang tercantum dalam Perjanjian Paris. Akan sangat tidak bijaksana jika kita membiarkan perjanjian ini, yang merupakan hasil dari puluhan tahun upaya kolektif global, runtuh hanya karena satu atau dua negara adidaya menarik diri darinya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan menteri pada Forum Keberlanjutan ESG 2026 di Jakarta pada Selasa, yang secara luas diinterpretasikan merujuk pada penarikan resmi AS dari perjanjian tersebut pada Januari tahun ini.“Kita tidak boleh membiarkan tekad kuat kita untuk membangun ketahanan terhadap perubahan iklim melemah. Penarikan diri negara adidaya dari perjanjian ini “Kekuatan alam tidak boleh menghalangi semangat kita,” tegas Nurofiq.

Ia juga menekankan pentingnya Perjanjian Paris, yang diratifikasi Indonesia pada tahun 2016, dengan mengutip kerentanan negara ini terhadap dampak perubahan iklim dan degradasi lingkungan.Sebagai negara kepulauan yang luas, ia mencatat, Indonesia menghadapi risiko yang lebih tinggi dari fenomena cuaca ekstrem, termasuk siklon di sekitar khatulistiwa, yang menimbulkan ancaman bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah. Nurofiq juga menyoroti risiko bencana akibat berkurangnya tutupan mangrove di sepanjang pantai utara Jawa.

Ia memperingatkan bahwa tren yang mengkhawatirkan ini dapat menyebabkan erosi pesisir, yang pada gilirannya mengancam populasi hewan yang berharga bagi komunitas lokal, seperti kepiting dan udang. Dengan mempertimbangkan risiko-risiko tersebut, ia mengatakan bahwa pemerintah Indonesia telah mengambil berbagai langkah untuk menangani perubahan iklim sesuai dengan Perjanjian Paris, termasuk menerbitkan peraturan presiden tentang nilai ekonomi karbon dan pengendalian emisi gas rumah kaca nasional. “Peraturan presiden ini dirancang untuk membantu kita mengukur upaya pengurangan emisi gas rumah kaca kita ke dalam satuan yang spesifik, yang kemudian dapat dikonversi menjadi nilai ekonomi yang nyata secara kredibel,” katanya menyimpulkan.