Indonesia menargetkan cadangan beras sebesar 4 juta ton hingga tahun 2029.

Indonesia menargetkan cadangan beras sebesar 4 juta ton hingga tahun 2029.

Indonesia menargetkan cadangan beras sebesar 4 juta ton hingga tahun 2029.

Liga335 – Indonesia menargetkan cadangan beras sebesar 4 juta ton hingga 2029
Berita terkait: Pemerintah RI bentuk tim tugas untuk mempercepat peluncuran koperasi desa Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia berencana mempertahankan cadangan beras sebesar 4 juta ton hingga 2029, didukung oleh musim panen 2026 yang diperkirakan akan dimulai pada Februari. Produksi beras nasional diperkirakan akan meningkat 5–10 persen dibandingkan tahun sebelumnya akibat jadwal panen yang dipercepat.“Meskipun panen nasional biasanya dimulai pada Maret, tahun ini diperkirakan akan dimulai pada Februari dan berlanjut hingga April dengan hasil panen yang lebih tinggi,” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Jakarta pada Senin.

Setelah pertemuan koordinasi, ia menekankan bahwa surplus ini mendorong pemerintah untuk memperluas fasilitas penyimpanan, karena kapasitas gudang perusahaan logistik negara Bulog saat ini masih kurang optimal.Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan pembangunan sekitar 100 gudang baru untuk Bulog, dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) siap membantu mempercepat proses tersebut. Hasan menekankan keputusan untuk menggerakkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai pengelola dan distributor beras di berbagai wilayah.

“Strategi kami melibatkan pembangunan lebih banyak gudang Bulog dan memanfaatkan koperasi desa sebagai tautan vital dalam rantai penyimpanan dan distribusi,” ujarnya.Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono melaporkan bahwa infrastruktur sedang dikembangkan untuk 26.000 dari lebih dari 80.

000 KDMP yang didirikan di seluruh Indonesia.Pengembangan ini sedang berlangsung dan diperkirakan selesai pada April, dengan inventarisasi lahan saat ini sedang diselesaikan untuk lokasi pembangunan,” kata Juliantono.Sebagai inisiatif unggulan Presiden Prabowo, program KDMP bertujuan mencapai 13 tujuan utama, termasuk pemberdayaan pedesaan, penciptaan lapangan kerja, dan pengentasan kemiskinan.

Program ini juga dirancang untuk menstabilkan inflasi dan meningkatkan nilai tukar petani dengan memastikan Meningkatkan akses yang lebih baik terhadap barang-barang kebutuhan pokok.