Indonesia berupaya untuk merangsang pasar kendaraan yang lesu.

Indonesia berupaya untuk merangsang pasar kendaraan yang lesu.

Indonesia berupaya untuk merangsang pasar kendaraan yang lesu.

Slot online terpercaya – Toyota Avanza/Veloz, jajaran model terlaris di Indonesia. Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo) secara drastis memangkas perkiraan penjualan kendaraan baru sepanjang tahun 2024 untuk negara ini pekan lalu, menyusul penurunan tajam dalam pengiriman grosir hingga saat ini. Ketua asosiasi, Jongkie Sugiarto, mengonfirmasi bahwa ia kini memperkirakan penjualan sepanjang tahun akan turun 15% menjadi 850.

000 unit pada 2024, setelah sebelumnya memperkirakan 1,1 juta unit di awal tahun, sambil menambahkan, “Penurunan target ini didasarkan pada angka penjualan yang rendah dan belum menunjukkan perbaikan yang signifikan.” Data terbaru yang dikumpulkan oleh asosiasi menunjukkan bahwa penjualan grosir kendaraan di negara ini turun 16% menjadi 633.218 unit pada sembilan bulan pertama 2024 dari 755.

778 unit pada periode yang sama tahun lalu, dengan suku bunga tinggi menghambat aktivitas ekonomi domestik termasuk pengeluaran konsumen. Pemerintah meningkatkan upayanya untuk menarik investasi langsung asing (FDI) di sektor otomotif negara ini. Pada kunjungannya yang pertama.

Dalam perjalanan ke luar negeri pada akhir bulan ini, Presiden Indonesia yang baru, Prabowo Subianto, berencana bertemu dengan para pemimpin Volkswagen dan Ford di KTT G20 di Brasil untuk membahas investasi dalam pabrik manufaktur kendaraan di negara tersebut. Kelompok Volkswagen memiliki kehadiran yang sangat terbatas di Asia Tenggara, sementara Ford baru-baru ini kembali ke pasar Indonesia dengan impor dari Thailand setelah absen selama sepuluh tahun. Selama perjalanan bulanannya, Presiden Prabowo juga akan menghadiri KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Peru, sebelum melakukan kunjungan resmi ke AS dan China.

Menteri Ekonomi Utama Indonesia, Airlangga Hartarto, yang juga pernah menjabat di bawah Presiden Joko Widodo sebelumnya, pekan ini mengumumkan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan untuk memperkenalkan kembali insentif pajak untuk pembelian kendaraan listrik baterai dan rumah, sebagai upaya untuk merangsang pengeluaran konsumen.