Indonesia akan mengirimkan rempah-rempah dan makanan ke Arab Saudi untuk ibadah haji tahun 2026.

Indonesia akan mengirimkan rempah-rempah dan makanan ke Arab Saudi untuk ibadah haji tahun 2026.

Indonesia akan mengirimkan rempah-rempah dan makanan ke Arab Saudi untuk ibadah haji tahun 2026.

Slot online terpercaya – Indonesia akan mengirimkan rempah-rempah dan makanan siap saji ke Arab Saudi untuk ibadah haji 2026 Berita terkait: Kementerian menargetkan 600 ton rempah-rempah Indonesia untuk makanan ibadah haji 2026 Jakarta (ANTARA) – Indonesia akan mengirimkan sekitar 400 ton rempah-rempah lokal dan 3,9 juta makanan siap saji ke Arab Saudi untuk ibadah haji 2026, kata pejabat terkait, saat Jakarta berupaya mendukung usaha dalam negeri dan meningkatkan layanan bagi jamaah haji. Kementerian Haji dan Umrah mengatakan persiapan sedang dilakukan untuk menyediakan makanan yang familiar bagi jamaah haji Indonesia selama ibadah haji tahunan, sambil mengurangi ketergantungan pada produk impor dari negara ketiga.Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Jaenal Effendi mengatakan pemerintah memprioritaskan pengadaan dalam negeri untuk memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah serta menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas.

“Untuk musim haji tahun ini, kami berupaya memaksimalkan rempah-rempah khas Indonesia,” kata Effendi kepada wartawan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada Selasa, menambahkan bahwa 22 Berbagai jenis rempah-rempah akan dikirim. Kementerian memperkirakan proses pengadaan dan ekspor rempah-rempah akan menghasilkan Rp63,36 miliar ($3,7 juta) dalam peredaran ekonomi domestik, mendukung produsen, pengolah, dan penyedia logistik di seluruh negeri. Effendi mengatakan pemerintah juga menyiapkan 3,9 juta paket makanan siap saji untuk melayani jemaah haji Indonesia selama mereka tinggal di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, wilayah di mana fasilitas memasak terbatas.

Dia mengatakan kementerian telah menunjuk 10 perusahaan masing-masing untuk memasok rempah-rempah dan makanan siap saji, dengan catatan bahwa semua pemasok telah mendapatkan persetujuan dari otoritas Saudi untuk mengekspor dan mendistribusikan produk makanan.“Pemasok telah lulus kualifikasi ekspor dari Otoritas Makanan dan Obat-obatan Saudi, dan produk mereka memenuhi preferensi rasa Indonesia berdasarkan pengujian,” kata Effendi.Dia mengatakan inisiatif ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi UMKM Indonesia, karena pemerintah mengurangi ketergantungan jangka panjang pada pasokan makanan dari negara-negara seperti seperti Thailand, Filipina, dan Australia.

Effendi menambahkan bahwa pengadaan dalam negeri akan memperkuat ekosistem ekonomi haji sambil meningkatkan kualitas dan konsistensi makanan bagi jemaah haji Indonesia selama periode puncak ritual. Ia mengatakan Kementerian Haji dan Umrah bertekad memastikan bahwa triliunan rupiah yang dialokasikan untuk penyelenggaraan haji memberikan manfaat nyata bagi usaha dan masyarakat Indonesia.