Indonesia akan mempertajam penargetan bantuan sosial melalui pembaruan data.

Indonesia akan mempertajam penargetan bantuan sosial melalui pembaruan data.

Indonesia akan mempertajam penargetan bantuan sosial melalui pembaruan data.

Liga335 daftar – Indonesia akan mempertajam penargetan bantuan sosial melalui pembaruan data Berita terkait: Indonesia beralih fokus dari bantuan ke pemberdayaan dalam anggaran sosial 2026
Jakarta (ANTARA) – Kementerian Sosial menyatakan bahwa tahun ini akan fokus pada peningkatan kualitas data, peningkatan akurasi penargetan bantuan sosial, dan perluasan partisipasi publik. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, saat ditemui di sini pada Jumat, mengatakan bahwa mandat pertama Presiden kepada Kementerian adalah memperbarui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang menjadi landasan bagi semua kebijakan dan program perlindungan sosial pemerintah.Ketepatan DTSEN dianggap krusial dalam menentukan distribusi bantuan sosial.

Oleh karena itu, Yusuf mengatakan, Presiden telah meminta konsolidasi data secara nasional dengan Badan Pusat Statistik (BPS), sementara Kementerian bertugas mendukung pembaruan data secara berkelanjutan. Mandat kedua adalah memastikan distribusi bantuan sosial menjadi semakin baik. -Ditargetkan melalui perbaikan data yang berkelanjutan.

Ia mencatat bahwa pemerintah telah memindahkan lebih dari tiga juta keluarga penerima bantuan sosial reguler (KPM) ke warga yang lebih memenuhi kriteria sepanjang tahun ini. Selain itu, pemerintah juga telah mengalihkan lebih dari 11 juta penerima bantuan kontribusi untuk Asuransi Kesehatan Nasional (JKN) ke komunitas yang dianggap lebih layak berdasarkan data socio-ekonomi yang diperbarui.Mandat ketiga adalah membuka ruang partisipasi publik yang seluas mungkin dalam proses pembaruan data.

“Ini berarti data diperbarui secara berkelanjutan setiap tiga bulan. Bagi mereka yang tidak terbiasa menggunakan aplikasi, Kementerian Sosial juga telah membuka layanan pusat komando 24 jam di nomor 021-171 dan sedang menyiapkan layanan berbasis WhatsApp untuk memperluas jangkauan partisipasi publik,” ujarnya. Ia berharap implementasi ketiga mandat ini dapat menghasilkan data sosial-ekonomi yang lebih akurat, sehingga semua program Kementerian Sosial dapat dijalankan dengan lebih efektif.

Kementerian benar-benar dapat menjangkau orang-orang yang membutuhkan.