Ibu Kota Baru Indonesia atau Kota Hantu? Ketidakpedulian Presiden Prabowo terhadap Nusantara memicu perdebatan dan kekhawatiran.

Ibu Kota Baru Indonesia atau Kota Hantu? Ketidakpedulian Presiden Prabowo terhadap Nusantara memicu perdebatan dan kekhawatiran.

Ibu Kota Baru Indonesia atau Kota Hantu? Ketidakpedulian Presiden Prabowo terhadap Nusantara memicu perdebatan dan kekhawatiran.

Liga335 daftar – JAKARTA: Menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus tahun lalu, Nusantara dipenuhi dengan aktivitas sibuk saat tim konstruksi bekerja tanpa henti untuk memastikan ibu kota baru tersebut siap menyambut kerumunan pejabat pemerintah senior, tamu asing, dan jurnalis yang hadir. Meskipun menghadapi berbagai kendala akibat kurangnya akomodasi dan infrastruktur publik dasar, Nusantara berhasil menggelar upacara Hari Kemerdekaan pertamanya. Banyak orang Indonesia mengira bahwa perayaan-perayaan mendatang akan diadakan di sana.

Namun, pada Minggu (17 Agustus) ini, upacara peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia akan kembali ke lokasi yang sudah familiar: Istana Merdeka di Jakarta. Berlangganan ’s Morning Brief Kurasi otomatis berita teratas kami untuk memulai hari Anda. Layanan ini tidak ditujukan untuk orang yang tinggal di Uni Eropa.

Dengan mengklik berlangganan, saya setuju untuk menerima pembaruan berita dan materi promosi dari Mediacorp dan mitra Mediacorp. Memuat Memuat Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak menjadi tuan rumah Perayaan di Nusantara, ditambah dengan langkah-langkah lain yang menurut pengamat menandakan minat yang kurang antusias terhadap relokasi ibu kota, telah menimbulkan keraguan tentang masa depan kota di Kalimantan Timur di kalangan pengamat dan berbagai partai politik. Menempatkan Nusantara di urutan belakang dapat menimbulkan reaksi balik bagi Prabowo menjelang pemilihan presiden 2029 dengan menciptakan perpecahan dengan pendahulunya, Joko “Jokowi” Widodo, kata pengamat.

Hal ini juga dapat merusak kepercayaan investor terhadap proyek tersebut, kata para pengamat. Mengingat Indonesia baru saja menempatkan sistem rudal balistik jarak pendek modern di Kalimantan Timur yang akan membantu melindungi Nusantara dari berbagai skenario ancaman, para ahli mengatakan bahwa hanya waktu yang akan menunjukkan apakah pemindahan ibu kota akan terlaksana sesuai rencana. KONTROVERSIAL SEJAK AWAL Pada 2019, Jokowi mengusulkan ide untuk memindahkan pusat administrasi Indonesia, dengan alasan kemacetan lalu lintas yang parah di Jakarta, banjir rutin, udara tercemar, dan permukaan tanah yang terus turun membuat Jakarta tidak lagi.

er layak menjadi ibu kota negara. Sebuah kota baru perlu dibangun di Kalimantan, bagian Indonesia dari Pulau Borneo, yang bebas dari bencana alam dan secara geografis terletak dekat dengan pusat geografis negara, katanya. Jokowi juga berharap pemindahan ibu kota dapat memperbaiki ketimpangan ekonomi yang mendalam antara provinsi-provinsi barat yang sudah berkembang pesat dan wilayah timur yang lama terabaikan.

Namun, proyek ini kesulitan mendapatkan dukungan dari banyak warga Indonesia, dan kritik berdatangan dari berbagai pihak bahkan sebelum proyek dimulai pada 2022. Aktivis lingkungan memperingatkan kerusakan permanen pada ekosistem hutan hujan Kalimantan yang rapuh. Komunitas asli khawatir akan tergusur atau cara hidup tradisional mereka terganggu.

Para ahli mempertanyakan kelayakan mengucurkan puluhan miliar dolar ke proyek yang mungkin tidak memberikan hasil yang dijanjikan.