Indonesia mengincar pengurangan emisi karbon melalui skema kehutanan sosial
Liga335 daftar – Indonesia mengincar keuntungan karbon dari skema perhutanan sosial
Menteri Kehutanan Indonesia Raja Juli Antoni mengatakan bahwa skema perhutanan sosial menawarkan peluang strategis untuk mengembangkan ekonomi karbon Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Dengan target nasional sekitar 12,7 juta hektar, skema ini tidak hanya membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat melalui insentif karbon,” katanya dalam rapat kerja dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada hari Selasa.Ia menjelaskan bahwa hutan alam yang tersisa di kawasan kehutanan sosial membantu melindungi cadangan karbon yang ada, sementara agroforestri dan rehabilitasi lahan dapat meningkatkan penyerapan karbon jangka panjang.
“Pendekatan ini relatif berbiaya rendah karena memanfaatkan ekosistem yang sudah ada dan partisipasi masyarakat setempat,” tambahnya. Selain kehutanan sosial, peluang perdagangan karbon juga tersedia di kawasan konservasi melalui restorasi ekosistem. Lahan terbuka di kawasan konservasi seluas sekitar 1,27 juta hektar telah “potensi untuk menyerap antara 4,5 hingga 50 ton setara CO₂ per hektar per tahun, terutama selama fase pemulihan awal.
Dalam kurun waktu 40 tahun, setiap hektar dapat menyerap hingga 600 hingga lebih dari 1.000 ton setara CO₂, katanya.””Hal ini menegaskan bahwa kawasan konservasi memiliki potensi yang signifikan untuk perdagangan karbon melalui restorasi ekosistem,” kata Raja Juli.
Ia menambahkan bahwa skema ini juga membuka peluang untuk mengatasi kesenjangan pendanaan konservasi dengan melibatkan sektor swasta. “Melalui perizinan usaha terkait karbon di kawasan konservasi dan taman perburuan, kita tidak hanya melestarikan alam tetapi juga menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.