Prabowo Meresmikan Pabrik Mobil Listrik Baru di Tengah Upaya Indonesia Beralih ke Energi Terbarukan
Liga335 – TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Indonesia Prabowo Subianto meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik komersial yang dioperasikan oleh PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, hari ini, Kamis, 9 April 2026. Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 11.
30 WIB, mengenakan kemeja safari berwarna cokelat. Kepala negara didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. “Bismillahirrahmanirrahim, hari ini, Kamis, 9 April 2026, saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik komersial VKTR,” kata Prabowo saat peresmian, sebagaimana disiarkan di saluran YouTube Sekretariat Presiden.
Sebelumnya, Prabowo melakukan tur inspeksi terhadap berbagai kendaraan yang dirakit di pabrik tersebut, seperti truk dan bus listrik. Ia juga terlihat naik salah satu bus listrik Transjakarta yang diproduksi oleh pabrik tersebut. Duduk di salah satu kursi Di bagian belakang, Prabowo mendengarkan penjelasan dari Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas, Anindya Novyan Bakrie.
Kemarin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan peresmian tersebut merupakan bagian dari upaya transformasi energi baru dan terbarukan (EBT) untuk mewujudkan kemandirian energi nasional. “Kita harus beralih dari energi berbasis fosil ke energi baru dan terbarukan, salah satunya adalah energi berbasis listrik,” kata Prasetyo di kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Rabu, 8 April 2026. Pemerintah kini berupaya mentransformasi budaya kerja nasional untuk menghadapi dinamika global dan mendorong pola kerja yang lebih efisien, produktif, dan berbasis digital.
Untuk mencapai hal ini, Indonesia mendorong penggunaan kendaraan listrik dan transportasi massal. “Kami berharap dapat secara bertahap meningkatkan transportasi umum untuk pemanfaatan yang lebih luas. Semoga di masa depan, kita akan mandiri energi, namun hal ini memang membutuhkan waktu,” ujarnya.