Menteri Kesehatan Indonesia meraih penghargaan dari Yayasan Gates
Liga335 – Menteri Kesehatan Indonesia Raih Penghargaan dari Yayasan Gates
Berita terkait: Gates Nyatakan Dukungan untuk Transformasi Kesehatan Digital Indonesia
Berita terkait: Menteri Ucapkan Terima Kasih kepada BMGF atas Dukungan Produksi Vaksin Polio
Jakarta (ANTARA) – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menerima penghargaan “Goalkeepers” dari Yayasan Bill & Melinda Gates atas kepemimpinannya dalam mereformasi sistem kesehatan Indonesia pasca pandemi COVID-19.Penghargaan Goalkeepers diberikan kepada tokoh-tokoh global yang berkomitmen untuk memajukan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB. Dalam pidato utama di New York pada Senin (22 September), Sadikin mengenang kisah hidupnya, mencatat bahwa pada tahun 1964, tahun kelahirannya, satu dari tujuh bayi tidak bertahan hidup hingga usia satu tahun.
““Berkat vaksinasi anak-anak seperti cacar air, saya selamat, belajar fisika, dan membangun karier selama 30 tahun di bidang perbankan sebelum dipercaya sebagai Menteri Kesehatan Indonesia,” katanya. Ditunjuk pada tahun 2020 sebagai orang pertama yang bukan berasal dari latar belakang medis untuk memimpin kementerian tersebut, Sadikin ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo untuk meluncurkan program vaksinasi COVID-19 dan melaksanakan reformasi kesehatan terbesar dalam sejarah negara ini. Dalam waktu kurang dari dua tahun, Indonesia telah mendistribusikan 450 juta dosis vaksin COVID-19 kepada sekitar 280 juta orang di lebih dari 7.
000 pulau, katanya. ““Tanggung jawab saya bukan hanya memandu negara ini melewati krisis, tetapi juga membangun sistem kesehatan yang tangguh untuk melindungi setiap anak, keluarga, dan warga negara di masa depan,” katanya.Sejak itu, Indonesia telah menambahkan vaksin HPV, PCV, dan rotavirus ke dalam program nasionalnya untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak.
“Setiap tahun, ribuan ibu dan anak meninggal akibat kanker serviks, pneumonia, dan diare. “Kita harus bertindak cepat,” katanya. Revitalisasi layanan kesehatan primer juga menjadi prioritas, dengan rencana peningkatan fasilitas untuk 10.
000 puskesmas, 80.000 puskesmas satuan, dan 300.000 pos kesehatan desa, didukung oleh dana pembangunan.
Di bawah Presiden Prabowo Subianto, Indonesia meluncurkan program skrining kesehatan nasional gratis pada Februari Maret 2025. “Lebih dari 30 juta orang telah berpartisipasi hingga saat ini. Dengan 500.
000 pemeriksaan setiap hari, kami memperkirakan jumlahnya akan melampaui 50 juta pada akhir tahun,” kata Sadikin. Ia mengucapkan terima kasih kepada mitra internasional seperti Gavi, Global Fund, dan Gates Foundation atas dukungannya, serta menekankan bahwa kerja sama global merupakan kunci dalam menjaga keberlanjutan sistem kesehatan.