Pembaruan penerbangan terkait letusan gunung berapi di Bali: Puluhan penerbangan di Bali dibatalkan setelah gunung berapi besar meletus di Indonesia
Liga335 – Rencana liburan ribuan wisatawan Australia menjadi kacau balau akibat awan abu vulkanik berbahaya di wilayah timur Indonesia. Puluhan penerbangan ke dan dari Bandara Internasional Denpasar, Bali, dibatalkan setelah Gunung Lewotobi meletus dan memuntahkan abu vulkanik hingga ketinggian 10 km ke langit. Maskapai Australia Virgin, Qantas, dan Jetstar secara total membatalkan 25 penerbangan dan menunda delapan penerbangan.
Orang-orang menyaksikan Gunung Lewotobi Laki-Laki memuntahkan material vulkanik ke udara. (AP) Ini mencakup 15 penerbangan Jetstar yang dibatalkan dan enam yang ditunda, dua penerbangan Qantas yang ditunda, serta 10 pembatalan penerbangan Virgin Australia. Penerbangan berpotensi dilanjutkan malam ini, dengan perkiraan awan abu akan menghilang pada malam hari nanti.
Situasi ini telah menyebabkan penundaan di bandara-bandara utama Australia, termasuk di Melbourne, di mana empat penerbangan telah dijadwalkan ulang untuk malam ini. Maskapai-maskapai tersebut akan menghubungi pelanggan secara langsung mengenai status penerbangan mereka. Departemen Luar Negeri Australia Layanan peringatan perjalanan pemerintah, Smartraveller, telah mengeluarkan peringatan kepada warga Australia bahwa penerbangan ke dan dari destinasi wisata populer tersebut telah terdampak.
“Beberapa penerbangan antara Australia dan Bali telah dibatalkan atau ditunda akibat abu vulkanik dari Gunung Lewotobi Laki-Laki,” demikian bunyi peringatan tersebut. “Jika penerbangan Anda terdampak, hubungi maskapai dan penyedia asuransi Anda untuk pengaturan perjalanan dan akomodasi alternatif.” Sepasang suami istri dari kota Ballarat, Victoria, tiba di Bandara Melbourne untuk penerbangan mereka ke Bali dan mendapati bahwa penerbangan tersebut dibatalkan.
“Ini benar-benar menjengkelkan, tak diragukan lagi, datang ke sini dan melihat tulisan ‘dibatalkan’ di papan informasi,” kata wisatawan tersebut. Seorang penumpang mengatakan dia tidak menerima pemberitahuan apa pun dari maskapai penerbangannya mengenai pembatalan tersebut. “Ketika kami tiba di sini, kami hanya melihat papan yang bertuliskan ‘tertunda’, kami tidak benar-benar menerima pesan teks atau apa pun,” katanya.
“Konter-konter tutup, jadi kami tidak bisa check-in, kami tidak tahu kapan penerbangan akan berangkat.” Gunung berapi itu meletus semalam, memuntahkan kolom abu panas yang menjulang tinggi ke udara. Pihak berwenang menaikkan status siaga letusan ke tingkat tertinggi dan memperluas zona bahaya hingga 8 km dari kawah.
Badan Geologi Indonesia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka mencatat gunung berapi tersebut memuntahkan awan abu tebal setinggi 10.000 m pada pukul 17.35 waktu setempat (20.
35 AEST), menyusul aktivitas vulkanik yang signifikan, termasuk 50 kali dalam dua jam, bukan delapan hingga 10 kali aktivitas harian seperti biasanya. Abu tersebut menyebar menjadi awan abu berbentuk jamur yang dapat terlihat dari kota-kota yang berjarak 90 km hingga 150 km dari gunung tersebut. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Warga diperingatkan untuk waspada terhadap hujan lebat yang dapat memicu aliran lava di sungai-sungai yang berasal dari gunung berapi tersebut. Letusan Gunung Lewotobi Laki Laki pada bulan November menewaskan sembilan orang dan melukai puluhan lainnya. Gunung setinggi 1.
584 m ini merupakan gunung berapi kembar dengan Gunung Lewotobi Perempuan di Kabupaten Flores Timur. Indonesia adalah negara kepulauan dengan 270 juta penduduk yang sering aktivitas seismik yang tinggi. Negara ini memiliki 120 gunung berapi aktif dan terletak di sepanjang “Cincin Api,” yaitu rangkaian patahan seismik berbentuk tapal kuda yang mengelilingi Cekungan Pasifik.