Menteri Luar Negeri Indonesia Mengatakan Indonesia Mungkin Akan Mundur dari Dewan Perdamaian
Liga335 daftar – TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan bahwa Indonesia dapat meninggalkan Dewan Perdamaian. Indonesia akan meninggalkan lembaga yang dipimpin oleh Amerika Serikat jika tujuannya, seperti kemerdekaan Palestina, tidak tercapai.
Sugiono menyampaikan hal ini setelah mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan para pemimpin organisasi masyarakat Islam di Istana Kepresidenan Jakarta. Selama pertemuan tertutup, Prabowo menjelaskan keputusan untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian. Menurut Sugiono, pemerintah membuka opsi untuk menarik diri dari organisasi tersebut jika tidak sejalan dengan visi dan misi perdamaian.
“Ya, jika tidak sejalan dengan apa yang kita inginkan,” kata Sugiono di Istana Kepresidenan pada Selasa, 3 Februari 2026. Sugiono menyatakan bahwa pemerintah Indonesia memiliki beberapa tolok ukur dalam membangun perdamaian di Gaza, Palestina, setelah agresi Israel. Pertama, ia menyebutkan situasi damai saat ini di Gaza dan Palestina secara keseluruhan.
Tujuan utama, katanya, adalah Kemerdekaan Palestina. “Pada akhirnya, yang dimaksud adalah kemerdekaan dan kedaulatan Palestina,” kata politisi dari Partai Gerindra. Sugiono menyebutkan bahwa tujuan tersebut merupakan arah atau jalur yang ingin diambil Indonesia melalui Dewan Perdamaian.
“Saya pikir koridor-koridor itu ada,” katanya. Namun, Sugiono mengatakan bahwa Dewan Perdamaian belum berfungsi secara efektif. “Kami juga belum tahu di mana kantornya berada, dan seperti apa sekretariatnya.
Masih dalam proses,” kata Sugiono. Presiden Prabowo mengundang beberapa organisasi masyarakat atau organisasi massa Islam ke Istana Kepresidenan pada Selasa. Lebih dari 50 orang diundang ke istana untuk membahas berbagai hal dengan Prabowo, termasuk Dewan Perdamaian.
Beberapa organisasi yang hadir termasuk Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia, dan Nahdlatul Ulama. Pertemuan tertutup tersebut juga dihadiri oleh beberapa pejabat negara. Anggota kabinet yang hadir termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Negara Pras.
Etyo Hadi, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.