Indonesia memperingatkan bahwa pembatasan impor dapat memicu tindakan balasan perdagangan.

Indonesia memperingatkan bahwa pembatasan impor dapat memicu tindakan balasan perdagangan.

Indonesia memperingatkan bahwa pembatasan impor dapat memicu tindakan balasan perdagangan.

Slot online terpercaya – Indonesia memperingatkan pembatasan impor dapat memicu tindakan balasan perdagangan
Berita terkait: Indonesia mendorong UMKM untuk meningkatkan digitalisasi dan literasi keuangan Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri UMKM Indonesia, Helvi Yuni Moraza, menekankan bahwa diplomasi perdagangan merupakan kunci dalam membentuk kebijakan pembatasan impor produk. Pernyataan tersebut disampaikan setelah pembahasan antara Kementerian UMKM dan Komisi VII DPR mengenai rencana pembatasan impor terhadap 10 komoditas, termasuk produk asal China.“Kami tidak dapat memberlakukan pembatasan secara sembarangan, karena hal ini dapat memicu protes dari luar negeri.

Jika kami memberlakukannya secara sepihak, negara lain dapat membalas dengan memberlakukan tarif pada produk kami,” kata Helvi kepada ANTARA di sela-sela acara di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Rabu.Dia mengatakan bahwa meskipun setiap negara memiliki hak untuk melindungi industri dalam negerinya, langkah-langkah tersebut harus disertai dengan diplomasi perdagangan yang seimbang.Menurut g kepada Helvi, perdagangan internasional memerlukan perjanjian timbal balik antara negara-negara, di mana setiap pihak setuju untuk menerima produk pihak lain.

Dia juga mengatakan Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan Kementerian UMKM untuk mempromosikan produk UMKM agar dapat bersaing di pasar domestik maupun global. “Jika suatu produk sudah dapat diproduksi secara domestik, mengapa kita tidak melindunginya? Prinsipnya adalah UMKM harus dilindungi, dikembangkan, dan ditingkatkan,” kata Helvi.

Dia menambahkan bahwa kebijakan semacam itu tidak dapat ditentukan hanya oleh Kementerian UMKM, tetapi harus dirumuskan melalui koordinasi antar kementerian yang melibatkan Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, dan kementerian teknis terkait lainnya. Koordinasi tersebut, kata Helvi, diperlukan untuk memastikan bahwa kebijakan tersebut tidak memicu reaksi negatif dari mitra dagang. Dia juga menekankan bahwa pembatasan impor tidak akan berlaku eksklusif untuk produk dari China, tetapi untuk semua barang impor yang sudah dapat diproduksi secara domestik.

Saat ini, pembahasan mengenai pembatasan impor yang diusulkan untuk 10 komoditas masih berlangsung di antara kementerian-kementerian terkait, kata Helvi. Sebelumnya, Menteri KUKM Maman Abdurrahman menggambarkan impor murah dari China sebagai “ancaman yang menakutkan” yang dapat mengancam kelangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia.Berbicara dalam rapat kerja dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta pada Selasa (20 Januari), Maman mengatakan impor murah dari China dapat melemahkan efektivitas berbagai program intervensi pemerintah.

Oleh karena itu, ia mengusulkan pembatasan impor untuk setidaknya 10 komoditas yang sudah dapat diproduksi secara domestik, dengan keterlibatan signifikan dari pelaku UMKM.