3 Januari 2026 — Maduro ditahan oleh pihak berwenang AS
Taruhan bola – Pengemudi melintas di dekat kilang minyak ‘El Palito’ selama kunjungan ke pinggiran kilang di Puerto Cabello, Venezuela, pada 18 Desember 2025. Jesus Vargas/Getty Images Presiden Donald Trump pada Sabtu mengatakan Amerika Serikat akan mengambil alih cadangan minyak Venezuela yang besar dan merekrut perusahaan-perusahaan Amerika untuk berinvestasi miliaran dolar guna memperbarui industri minyak negara tersebut yang hancur. Venezuela memiliki cadangan minyak mentah sebesar 303 miliar barel — sekitar seperlima dari cadangan minyak global dunia, menurut Administrasi Informasi Energi AS (EIA).
Sebuah revitalisasi yang dipimpin AS dapat membuat Venezuela menjadi pemasok minyak yang jauh lebih besar dan dapat menciptakan peluang bagi perusahaan minyak Barat serta menjadi sumber produksi baru. Hal ini juga dapat menjaga stabilitas harga secara keseluruhan, meskipun harga yang lebih rendah mungkin mengurangi insentif bagi beberapa perusahaan AS untuk memproduksi minyak. Jenis minyak yang dimiliki Venezuela — minyak mentah berat dan asam — memerlukan peralatan khusus dan tingkat keahlian teknis yang tinggi untuk diolah.
Amerika Serikat Venezuela, produsen minyak terbesar di dunia, memiliki minyak mentah ringan dan manis, yang cocok untuk memproduksi bensin tetapi tidak banyak digunakan untuk tujuan lain. Minyak mentah berat dan asam seperti minyak dari Venezuela sangat penting untuk produk-produk tertentu yang dihasilkan melalui proses penyulingan, termasuk diesel, aspal, dan bahan bakar untuk pabrik dan peralatan berat lainnya. Membuka akses ke minyak Venezuela dapat sangat menguntungkan bagi Amerika Serikat: Venezuela berada di dekatnya dan minyaknya relatif murah.
Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, tetapi potensinya jauh melebihi produksi aktualnya: Venezuela hanya memproduksi sekitar 1 juta barel minyak per hari — sekitar 0,8% dari produksi minyak mentah global. Sanksi internasional terhadap pemerintah Venezuela dan krisis ekonomi yang parah berkontribusi pada penurunan industri minyak negara tersebut — tetapi kurangnya investasi dan pemeliharaan juga menjadi faktor, menurut EIA. Baca selengkapnya di sini.