Nestle Indonesia: Susu Formula Bayi Lokal Aman, Produk Impor Ditarik dari Peredaran

Nestle Indonesia: Susu Formula Bayi Lokal Aman, Produk Impor Ditarik dari Peredaran

Nestle Indonesia: Susu Formula Bayi Lokal Aman, Produk Impor Ditarik dari Peredaran

Liga335 – TEMPO.CO, Jakarta – PT Nestle Indonesia telah mengklarifikasi bahwa fasilitas produksinya di Indonesia tidak terpengaruh oleh penarikan produk susu formula bayi yang dilakukan oleh Nestle Suisse SA, Swiss Konolfingen, di beberapa negara. Penarikan produk tersebut terkait dengan potensi kontaminasi toksin cereulide pada beberapa batch minyak asam arakidonat (ARA) yang digunakan dalam formula tersebut.

Dalam pernyataan tertulis, Nestle Indonesia menegaskan bahwa semua produk yang diproduksi di Indonesia aman untuk dikonsumsi dan memenuhi standar keamanan pangan nasional dan internasional. “Hal ini juga telah dikonfirmasi melalui uji coba komprehensif,” kata perusahaan pada Rabu, 14 Januari 2026.
Penarikan kembali hanya melibatkan dua batch impor Wyeth S-26 Promil Gold pHPro 1 untuk bayi berusia 0–6 bulan, dengan nomor batch 51530017C2 dan 51540017A1.

Pengujian yang dilakukan pada batch tersebut tidak mendeteksi toksin cereulide. Namun, mengikuti permintaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia (BPOM) yang diterbitkan pada 14 Januari 2026, Nestle Indonesia telah. Distribusi dan impor produk yang terkena dampak telah dihentikan sementara.

Perusahaan juga secara sukarela menarik kembali batch-batch tersebut di bawah pengawasan BPOM. Konsumen yang memiliki batch yang terkena dampak dianjurkan untuk menghubungi layanan konsumen Nestle Indonesia di nomor 0800 182 1028 atau melalui email di [email protected] untuk panduan pengembalian atau penukaran.
Nestle Indonesia menegaskan bahwa tidak ada batch lain atau produk yang dipasarkan secara lokal, termasuk formula Wyeth lainnya, yang terpengaruh.

BPOM sebelumnya memerintahkan PT Nestle Indonesia untuk menghentikan distribusi dan menangguhkan sementara impor setelah peringatan dari Sistem Peringatan Cepat Uni Eropa untuk Pangan dan Pakan (EURASFF) dan Jaringan Otoritas Keamanan Pangan Internasional (INFOSAN).
Kedua batch yang terpengaruh yang diimpor ke Indonesia tidak menunjukkan hasil positif untuk cereulide, dengan hasil di bawah batas kuantifikasi (LoQ <0,20 µg/kg). “Meskipun batch yang diuji negatif, BPOM memprioritaskan kehati-hatian dan kesehatan masyarakat, terutama mengingat kerentanan bayi,” kata BPO.

M Head Taruna Ikrar mengatakan dalam pernyataan pada Rabu. Ia mengimbau orang tua untuk menghentikan penggunaan batch yang terkontaminasi segera, mengembalikannya ke tempat pembelian, dan menghubungi layanan konsumen Nestle Indonesia untuk pengembalian atau penukaran.
BPOM meyakinkan masyarakat bahwa produk Nestle lainnya, termasuk S-26 Promil Gold pHPro 1 dari batch lain, tetap aman.

Hingga 14 Januari 2026, belum ada laporan penyakit yang dikonfirmasi terkait batch yang terpengaruh di Indonesia.
Cereulide adalah racun tahan panas yang diproduksi oleh bakteri Bacillus cereus, yang tidak dapat dihancurkan oleh perebusan atau memasak biasa. Paparan dapat menyebabkan gejala dalam waktu 30 menit hingga enam jam, termasuk muntah parah, diare, dan kantuk yang tidak biasa.