Indonesia mengincar potensi blue food untuk meningkatkan ketahanan pangan global
Liga335 daftar, situs judi bola, situs sbobet – Indonesia mengincar potensi pangan biru untuk meningkatkan ketahanan pangan global
Berita terkait: Mendukung kecukupan pangan melalui ekonomi biru
Jakarta (ANTARA) – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyoroti potensi pangan biru Indonesia yang sangat besar sebagai kontributor utama bagi ketahanan pangan global, khususnya melalui pengembangan perikanan budidaya berkelanjutan.Berbicara dalam sebuah kuliah umum di Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta pada hari Jumat, ia mengatakan bahwa produksi pangan biru Indonesia – yang meliputi perikanan tangkap, akuakultur, dan rumput laut – mencapai setidaknya 24 juta ton per tahun, dan bahwa untuk memastikan keberlanjutan populasi ikan di laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan berupaya untuk meningkatkan produksi, terutama dari sektor akuakultur. Trenggono mencatat bahwa produksi perikanan budidaya Indonesia saat ini rata-rata sekitar 5,6 juta ton per tahun.
“Akuakultur adalah masa depan, dan kami telah mengembangkan model budidaya modern untuk beberapa komoditas, termasuk ikan nila salin di Karawang,” katanya dalam sebuah pernyataan. “Inisiatif di Karawang telah diperluas menjadi program revitalisasi tambak yang lebih luas untuk budidaya ikan nila salin, dengan tahap awal mencakup 20.000 hektar di Jawa Barat, dan diproyeksikan akan menghasilkan sekitar 1,56 juta ton ikan nila salin per tahun.
Peningkatan ini didukung oleh teknologi budidaya modern yang dapat meningkatkan produktivitas dari 0,6 ton menjadi 130 ton per hektar per siklus. Mengenai prospek pasar, Trenggono menyatakan optimismenya, dengan mengutip permintaan protein dunia yang terus meningkat. Dia mengidentifikasi Timur Tengah sebagai tujuan ekspor yang menjanjikan karena konsumsi tilapia yang tinggi dan keberadaan diaspora Indonesia yang besar.
lebih dari 30 persen pada tahun 2050, sehingga mendorong permintaan protein naik sebanyak 70 persen.